08 Agustus 2009

JADILAH IBU YANG SESUNGGUHNYA

Jadilah Ibu yang Sesungguhnya…!

Rasulullah Saw bersabda: “ Diantara hak anak terhadap Bapaknya, adalah supaya Bapaknya memilih calon ibu untuk anak-anaknya.”

Demikian hadist Rasulullah Saw yang diungkapkan dengan bahasa pendek, lugas dan komunikatif tersebut sebagai sebuah isyarat untuk kaum laki-laki yang akan memilih calon isterinya, juga sebagai calon seorang ibu dari anak-anaknya.
Kalau saja seorang laki-laki gagal dan tidak tepat untuk memilih calon isterinya sebagai calon ibu untuk anak-anak mereka, maka akan gagal pula pola pendidikan dan pembinaan dalam kehidupan berumah-tangganya. Demikian pula, berbagai kamajuan anak-anak dalam kehidupan keluarga tidak bias lepas dari peran serta seorang ibu yang sukses dalam membina anak-anak mereka.
Dalam prakteknya, untuk menghadirkan seorang ibu yang siap memberikan edukasi bagi anak-anak mereka tidak semudah membalikan telapak tangan. Akan muncul beragam persoalan yang lahir dari berbagai pihak untuk memposisikan diri sebagai ibu ideal.
Peran serta dan partisipasi aktif seorang suami, anak-anak, kedewasaan berfikir dan keilmuan yang memadai bagi seorang ibu merupakan bekal utama untuk memposisikan peran ibu yang sesungguhnya dalam sebuah keluarga. Karena sehebat apapun kekuatan fisik dan ilmu seorang wanita yang memiliki peran sebagai ibu amatlah terbatas untuk menuju sebuah pintu sukses.
Banyak hal yang bias kaum ibu-ibu lakukan untuk memposisikan diri sebagai ibu teladan, diantaranya :
A. Jalin komunikasi aktif dengan putra-putrinya.
Sampaikan dengan bijak setiap persoalan yang layak mereka terima dengan bijak pula setiap persoalan yang sedang mereka jalani. Karena hanya degan keterbukaan dan kebijakan inilah segala persoalan anak-anak kita juga sebagai ibu anak-anak mereka bias melakukan solusi terbaik untuk kemaslahatan hidup mereka.
B. Berikan anak-anak kita keteladanan dalam berbagai hal.
Seringkali, perintah yang ditekankan dan ajakan yang disampaikan tidak disertai dengan pekerjaanya. Sehingga intruksi-intruksi tadi tidak melahirkan rasa simpatiuntuk di ikuti anak-anak kita. Karenanya, barengi ajakan kita dengan cara kita memberikan teladan baik sebagai media untuk mempermudah anak-anak kita mengerjakan suatu pekerjaan.
C. Sampaikan penghargaan atas atas segala prestasi yang diraihnya.
Memberikan hadiah tidak selamanya dalam bentuk materil belaka, secara moral mereka pun akan merasa bangga ketika hasil pekerjaanya mendapatkan penilaian positif. Dan ingat, bahwa ketika kita memberikan penghargaan kepada anak-anak kita, suatu saat, mereka juga akan mudah dalam memberikan penghargaan terhadap ibu mereka.
D. Berikan mereka tindakan (hukuman) atas pelanggaran yang dilakukannya anak-anak kita juga harus mendapatkan tindakan (hukuman) dari kita sebagai ibu mereka ketika mereka melakukan pelanggaran. Berikan mereka arahan dan pengertian yang sesuai dengan perkembangan usia mereka. Hindari bahasa lisan yang berlebihan dan akan membuat mereka penat mendengarnya. Membiasakan diri dengan menyampaikan nasehat-nasehat yang berkualitas, tidak mesti panjang dan berbelit-belit.
E. Ekspresikan rasa duka atas kenakalan mereka dan tampaknya ekspresi senang ketika mereka merespon keinginan baik kita .
Metode ini juga bias di jadikan sebagai tindakan atas perbuatan salah anak-anak kita. Dengan ekspresi tersebut diharapkan mereka bias berfikir lebih jauh dan bias membuat pertimbangan untuk sesegera mungkin meninggalkan perbuatan tercela mereka.. Demikian pula sebaiknya, ketika mereka berbuat berbagai kebaikan.
F. Awasi pergaulan mereka dan ketahui dengan siapa anak-anak kita bergaul, dimana saja tempat bergaul, di mana saja tempat bergaul mereka dan aktifitas apa yang mereka lakukan.
Anak –anak kita hanya beberapa jam saja berada di sekolah, di luar sekolah mereka mempunyai teman untuk bergaul dan banyak aktifitas yang meraka mempunyai teman untuk bargaul dan banyak aktifitas yang mereka lakukan dengan tempat yang cukup variatif. Banyaknya kenakalan di kalangan remaja yang sama sekali tidak diketaui oleh orang tua hanya tahu setelah mereka menyimak pemberitaan media massa dan informasi dari pihak kepolisian.
G. Do’a sebagai kekuatan untuk membuat kita percaya diri.
Semaksimal apapun usaha yang kita lakukan untuk kesuksesan anak-anak kita tentu tidak akan tercapai, tanpa ada do’a yang dimunajatkan kehadirat Allah SWT. Apalagi, ketika kaum ibu menyampaikan proses pembelajaran untuk anak-anaknya, selalu ada persoalan-persoalan yang tidak bias kita tanggung sendiri.
Dalam sebuah syair disebutkan, “Ibu adalah lembaga sekolah, ia dipersiapkan agar dapat membentuk bangsa yang baik dan kuat. Dan yatim itu bukanlah orang yang ditinggalkan mati dan mendapat kesusahan, tetapi sesungguhnya yatim itu adalah seorang anak yang ibunya tidak mempedulikan pendidikan mereka, sedangkan ayahnya selalu sibuk.”
Akhirnya, tugas kaum ibu untuk mengayomi anak-anaknya di rumah tidak mudah, perlu berbagai upaya yang harus dilakukan secara maksimal untuk sebuah tujuan mulia, di samping menyadari dan membuktikan peranan seorang yang sesungguhnya. Wallaahu A’lam.

0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes