728x90 AdSpace

  • Latest News

    01 Februari 2015

    EMCL Adakan Pelatihan Pengembangan dan Pemasaran Produk Batik Blora

    Lolakarya pengembangan design dan pemasaran Batik Blora yang digelar EMCL di salah satu rumah makan di Kecamatan Cepu.
    BLORA. Operator migas Blok Cepu, Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) kembali memberikan pelatihan pada pembatik di Kabupaten Blora untuk meningkatkan kualitas batik melalui pengembangan disain batik hingga mencapai standart nasional. Upaya itu diimbangi dengan pemberian bekal strategi pemasaran bagi pembatik, untuk berkompetisi di pasar luar.

    Dalam pelatihan ini, EMCL menggandeng Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal untuk mengadakan Lokakarya Pengembangan Disain dan Strategi Pemasaran Batik Blora. Sebanyak 15 Kelompok pembatik dari Kabupaten Blora mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di salah satu rumah makan di Kecamatan Cepu, Sabtu (31/1).

    Perwakilan LSM Mitra Sejati, yang menjadi penanggung jawab kegiatan, Heri Tursilo, menjelaskan, bahwa lokakarya tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan batik yang dilakukan beberapa waktu lalu di Desa Medalem Kecamatan Kradenan. "Diharapkan para pembatik Blora siap menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)  pada tahun 2015 ini," tegas Heri.

    Ia menyatakan, akan terus berupaya mengawal Batik Blora mencapai pada standarisasi nasional. “Semoga Batik Blora, bisa bersaing di pasaran seiring diberlakukannya MEA dangan jaminan standar nasional,” jelasnya.

    Untuk itu, tambah Heri, dalam pengembagangan disain batik dan strategi pemasaran, pihaknya menggandeng tenaga ahli dan sudah berpengalaman.

    Senada juga disampaikan Juru bicara EMCL, Rexy Mawardijaya. Ia berharap Batik Blora bisa bersaing  pada pasaran yang sudah ada. Pada bagian lain, salah satu pemeteri dari INDIGOVERA, Semarang, Liza Anggraeni Putri, mengungkapkan, selama ini pembatik masih berpikir untuk segmantasi dan memenuhi kebutuhan lokal. Sehingga hal itu dianggap menjadi penghambat berkembangnya Batik Blora. Padahal dengan pengembangan disain dan produk, Batik Blora bisa bersaing di luar Blora.

    “Dengan lokakarya itu peserta diajak untuk berfikir mengambangkan disain dan produk bukan hanya pada segmentasi lokal,” kata liza Anggraeni Putri didampingi Vera Candra Kartika Sari.

    Selama ini masyarakat hanya mengenal batik Blora dengan simbol tertentu, seperti daun jati, bonggol jati, pipa angguk dan beberapa corak lokal lain. “Kalau tidak daun jati atau bonggol jati berarti bukan batik Blora, itu salah.  Yang namanya Batik Blora, adalah batik yang dibuat di Blora. Apapun motif dan coraknya,” timpal Vera.

    Padahal, banyak corak lain, yang bisa dikembangkan dan dipadukan menjadi sebuah disain yang menarik dan lebih menarik di pasaran. “Pola pikir masyarakat saat ini yang perlu dirubah,” lanjut dia.


    Pada kesempatan itu, INDIGOVERA menjelaskan pada para pembatik untuk mengembangkan produk batik dalam wujud yang lain. “Dari pada para pembatik hanya menjual berupa lembaran kain batik yang harganya murah, lebih baik lagi jika mau membuat produk dari kain batik yang nilai jualnya akan lebih tinggi,” pungkas Vera. (Sam-SB | Jo-infoblora)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Saya akan sangat senang jika ada komentar yang membangun, tetapi:

    *Jangan komentar SPAM
    *Jangan menanam link
    *Jangan ada unsur sara, Fornografi dan memojokkan

    Komentar yang melanggar akan dimasukkan kedalam daftar SPAM dan tidak akan diijinkan lagi.



    By: ndeletz.net
    Terima Kasih!!

    Item Reviewed: EMCL Adakan Pelatihan Pengembangan dan Pemasaran Produk Batik Blora Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top