Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Gunadi, depan paling kanan. |
Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Gunadi, mengemukakan target PAD itu tertuang dalam dokumen APBD 2015 yang telah ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD Jumat pekan lalu. ’’Kami usulkan jumlah target PAD, kemudian dibahas di DPRD dan akhirnya disetujui bersama,’’ujarnya, kemarin.
Dia mengatakan, peningkatan target PAD dibanding target tahun lalu telah melalui pertimbangan matang. Meski mengaku cukup berat, namun dia optimistis target tersebut akan bisa terealisasi. ’’Kami bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang terkait dengan PAD akan berupaya semaksimal mungkin merealisasikan target PAD tersebut,’’ tandasnya.
Gunadi yang juga mantan kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah, mengungkapkan, peningkatan target PAD sebesar Rp 13,2 miliar itu diusahakan diperoleh dari beberapa sumber. Selain tetap mengandalkan pundi-pundi PAD yang selama ini telah ada seperti pajak dan retribusi daerah, sumber lainnya juga akan digenjot kontribusinya kepada kas daerah.
Jaminan Kesehatan
Diantaranya berasal dari jaminan ataupun pelayanan kesehatan di Puskemas. Hanya saja Gunadi menegaskan, penerimaan dari jaminan kesehatan tersebut tidak bisa dipergunakan untuk keperluan lain atau tetap untuk bidang kesehatan. ’’Namun pendapatannya tetap masuk dalam komponen PAD,’’katanya.
Menurutnya, komponen PAD dari pajak bumi dan bangunan (PBB) tetap masih diandalkan. Kontribusi PBB ke kas daerah selama ini mencapai sekitar Rp 9 miliar. Dia mengakui PBB akan dihapus.
Namun menurutnya penghapusan tersebut baru wacana di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN). ’’Tahun ini PBB masih tetap ada. Penghapusan PBB itu baru wacana,’’tegasnya. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
0 komentar:
Posting Komentar
Saya akan sangat senang jika ada komentar yang membangun, tetapi:
*Jangan komentar SPAM
*Jangan menanam link
*Jangan ada unsur sara, Fornografi dan memojokkan
Komentar yang melanggar akan dimasukkan kedalam daftar SPAM dan tidak akan diijinkan lagi.
By: ndeletz.net
Terima Kasih!!